Menu

Mode Gelap

Hot News · 31 Jan 2023 14:35 WIB ·

Bilang Aja Gak, Ajakan BRI Perangi Kejahatan Perbankan Social Engineering


					Bilang Aja Gak, Ajakan BRI Perangi Kejahatan Perbankan Social Engineering Perbesar

daulatrakyat.com BRI terus mengajak untuk memerangi kejahatan perbankan social engineering.

Kejahatan berbasis digital masih meresahkan masyarakat seiring semakin berkembangnya teknologi. Diperlukan kewaspadaan dan antisipasi ketika menerima informasi yang tak jelas sumbernya. Termasuk kejahatan perbankan yang biasa disebut social engineering atau soceng.

Soceng merupakan tindak kejahatan yang memanipulasi psikologis korban sehingga membocorkan data pribadi dan data transaksi perbankan korban.

Media yang digunakan pelaku untuk mendekati korban pun beragam, mulai dari telepon, SMS, e-mail, media sosial, dan lainnya.

Terkait dengan banyaknya modus penipuan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memberikan edukasi dan langkah praktis. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari diri terjebak dari soceng.

Salah satunya dengan campaign #BilangAjaGaK untuk menolak mentah-mentah segala modus penipuan di platform digital.

Beragam modus penipuan dengan modus soceng dapat ditemui di era saat ini. Salah satu yang paling marak adalah pelaku dengan menggunakan nomor tak dikenal membagikan link atau file apk melalui aplikasi chat seperti whatsapp dan SMS.

Dengan mengatasnamankan bank ternama dan menjanjikan penawaran menggiurkan, nasabah secara tidak langsung dipengaruhi untuk meng-klik link terkait.

Terdapat modus-modus lainnya yang perlu diwaspadai masyarakat untuk menolaknya sejak awal. Adapun berbagai modus tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

Undangan Pernikahan Palsu Berbentuk File APK

Modus penipuan ini terjadi melalui permintaan untuk mengklik sebuah file undangan pernikahan berformat APK di WhatsApp (WA).

Melalui aplikasi yang tidek resmi atau bodong tersebut, membuat korban dengan sadar memberikan persetujuan untuk mengizinkan aplikasi tersebut mengakses SMS.

Kejahatan terjadi karena data transaksi perbankan (kode OTP) yang bersifat pribadi dan rahasia dikirimkan melalui SMS. Alhasil, transaksi di internet banking dapat berjalan dengan sukses.

Iklan Palsu di Media Sosial

Modus ini berupa akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan BRI. Akun tersebut membagikan iklan dengan ciri-ciri. Seperti nama akun tidak lazim dan tidak centang biru; tampilan visual tidak kredibel mulai dari kualitas gambar yang buruk.

Selain itu penulisan tidak profesional, serta link bio mencurigakan; dan jika meng-klik link tercantum akan diarahkan untuk mendaftar dan mengisi nomor kartu, PIN, dan OTP.

Link Modus Perubahan Tarif

Layaknya modus file APK, penipuan jenis ini juga menggunakan platform WhatsApp (WA). Bedanya, file yang dikirimkan berupa pengumuman/pemberitahuan agar nasabah melakukan perubahan tarif. Biasanya, dalam pengumuman tersebut berisi ancaman yang membuat takut nasabah.

File foto Berbentuk Apk Bodong

File bodong serupa layaknya modus undangan pernikahan. Namun kali ini berbentuk image atau gambar yang berupa file apk. Biasanya pelaku mengaku sebagai kurir pengantar paket dan seakan-akan mengabari kondisi paket dapat terlihat setelah meng-klik foto tersebut.

Terkait beragam modus kejahatan perbankan tersebut, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan BRI tidak pernah menggunakan nomor lain untuk berkomunikasi dengan nasabahnya. Kecuali melalui Contact BRI resmi di nomor 1500017.

Pihaknya mengimbau nasabah untuk tidak mudah percaya dengan nomor tidak jelas yang mengatasnamakan BRI.

“BRI tidak pernah membuka channel di aplikasi chat group. Kami pun mengimbau seluruh nasabah selalu waspada terhadap modus tindak kejahatan social engineering. Nasabah juga terus diimbau untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi dan data transaksi perbankan kepada pihak manapun, termasuk yang mengatasnamakan BRI,” jelas Hendy.

Selain itu, kata Hendy BRI secara aktif berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dalam menyampaikan laporan agar pelaku kejahatan perbankan dapat ditindak.

“BRI juga mendukung dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penanganan serta penangkapan pelaku kejahatan social engineering. Langkah proaktif BRI dalam mendukung pengungkapan kejahatan social engineering yang dilakukan ini diharapkan dapat meredam kejahatan-kejahatan serupa muncul kembali,” jelasnya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BR013 Terbit, BRI Tawarkan Berbagai Program Menarik

14 June 2024 - 17:04 WIB

Program KPR Green Financing BRI Tawarkan Rumah Murah Sambil Jaga Kelestarian Lingkungan 

Update Jadwal Ganjil-Genap Puncak Libur Idul Adha 2024

14 June 2024 - 10:35 WIB

Libur Panjang Waisak, Satlantas Polres Bogor Mulai Berlakukan Ganjil Genap Hingga Minggu

BRI Kembali Buka 3 Program Rekrutmen Pekerja

13 June 2024 - 10:29 WIB

BRI Kembali Buka 3 Program Rekrutmen Pekerja

Tragis, Akibat Luka Bakar Sterno Siswi SMA Meninggal Dunia

13 June 2024 - 10:24 WIB

Luka bakar sterno

Direksi BRI Kompak Borong Saham BBRI Siratkan Bentuk Optimisme Kinerja

13 June 2024 - 08:47 WIB

Direksi BRI Kompak Borong Saham BBRI Siratkan Bentuk Optimisme Kinerja

Usai Ibu-Anak, Muncul Video Ayah dan Anak Baju Hitam 

12 June 2024 - 15:36 WIB

Usai Ibu-Anak, Muncul Video Ayah dan Anak Baju Hitam 
Trending di Hot News