Menu

Mode Gelap

Hankam · 7 Jun 2024 18:56 WIB ·

Disetujui DPRD, Inilah Aturan  Hak Cuti Melahirkan untuk Suami


					Disetujui DPRD, Inilah Aturan  Hak Cuti Melahirkan untuk Suami Perbesar

 daulatrakyat.com – Hak cuti melahirkan untuk suami jadi perbincangan publik seiring dengan RUU KIA (Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak)  disetujui  menjadi undang-undang oleh DPR. 

Adapun  UU tersebut disahkan DPR saat rapat Paripurna Ke 19 pada Selasa (4/6/2024).

Kapan Diberlakukan 

Lantas, UU KIA kapan berlaku? Untuk UU KIA ini, diharapkan agar pemerintah dapat segera memberlakukan UU tersebut untuk persiapan menuju Indonesia Emas tahun 2045. 

Hal ini disampaikan juga oleh Ace Hasan Syadzily selaku Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.

 “Ya tentu ini kita minta kepada pemerintah sebaiknya secepatnya diberlakukan, karena ini menyangkut bagaimana kita ingin mempersiapkan SDM Indonesia yang kuat dan unggul. Kalau Indonesia mau menghadapi Indonesia emas 2045, tentu sejak awal harus mempersiapkan generasi yang kuat dan unggul,” ucap Ace di gedung Parlemen RI, Jakarta.

 “Pada fase ini adalah fase yg sangat menentukan bagi tumbuh kembang anak. Kalau pada fase ini tidak mendapatkan perhatian serius dari negara maka itulah yang akan berpotensi melahirkan stunting,” tambahnya.

Hak Cuti Melahirkan untuk Suami

Dalam UU KIA ada juga poin-poin penting yang perlu diketahui. Adapun poin-poin penting tersebut yakni sebagai berikut:

Perubahan judul dari  RUU KIA (Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak) jadi UU KIA (Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak) di Fase 1000 hari Pertama Kehidupan.

Penetapan definisi anak yang ada dalam RUU KIA di Fase 1000 hari Pertama Kehidupan. Adapun 1000 hari pertama pada anak yakni sejak terbentuknya janin hingga usia 2 tahun.

Perumusan ibu pekerja yang ingin cuti persalinan sesingkatnya 3 bulan pertama dan selambatnya 3 bulan berikutnya. 

Jika mengalami kondisi khusus yang mengharuskan cuti lebih dari 6 bulan makan harus menyertakan bukti surat keterangan dokter.

Setiap ibu pekerja yang cuti melahirkan tidak bisa diberhentikan dari pekerjaannya, bahkan ibu tersebut tetap berhak dapat upah penuh di bulan 3 dan 4 masa cutinya serta upah 75% di bulan ke-5 dan ke-6 masa cutinya.

Penetapan pemberian hak cuti bagi suami yang mendampingi istri pada masa persalinan dan diberikan hak cuti tambahan 3 hari berikutnya bagi suami atau sesuai kesepakatan pemberi kerja. Jika istri keguguran, suami dapat hak cuti mendampingi istri selama 2 hari.

Perumusan tanggungjawab untuk ibu, ayah, keluarga selama fase 1000 hari pertama kehidupan.

Itulah informasi dan ulasan mengenai hak cuti melahirkan untuk suami setelah RUU KIA (Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak)  disetujui  menjadi undang-undang oleh DPR.***

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cemburu, Pria Ini Aniaya Pacar Sendiri Hingga Bersimbah Darah di Megamendung Bogor

22 July 2024 - 22:03 WIB

Cemburu Berat, Pria Aniaya Pacar Sendiri Hingga Bersimbah Darah di Megamendung Bogor

KemenKopUKM dan BRIN Jajaki Kerja Sama Komersialisasi Hasil Riset Pengembangan UMKM

19 July 2024 - 13:55 WIB

KemenKopUKM dan BRIN Jajaki Kerja Sama Komersialisasi Hasil Riset Pengembangan UMKM

PJ Gubernur Jabar Beri Sinyal Dukungan DPRD Kota Bogor Semangat Perjuangkan Pengesahan Raperda Pinjol

19 July 2024 - 13:24 WIB

PJ Gubernur Jabar Beri Sinyal Dukungan DPRD Kota Bogor Semangat Perjuangkan Pengesahan Raperda Pinjol

UHC Capai 101,06 Persen, Faskes di Kota Bogor Siap Berikan Pelayanan

18 July 2024 - 13:48 WIB

UHC Capai 101,06 Persen, Faskes di Kota Bogor Siap Berikan Pelayanan

Ratusan Massa Lakukan Pengrusakan hingga Penganiayaan di PT Indobara Bahana

14 July 2024 - 22:18 WIB

Pemkab Bogor Sediakan Internet Gratis Bagi Pengunjung Rest Area Gunung Mas

13 July 2024 - 17:50 WIB

Pemkab Bogor Sediakan Internet Gratis Bagi Pengunjung Rest Area Gunung Mas
Trending di Hankam